Sunday, August 24, 2008

Rame - rame mengunjungi Rumah Setan

Rame – rame Mengunjungi Rumah Setan


Beberapa kali saya dengan tergopoh – gopoh berlari menuju toilet yang ada di apartemen tempat tinggal saya dan para mahasiswa Indonesia di Al Ahgaf university lainnya karena begitu kebelet tuk buang air besar, tapi begitu kecewanya saya ketika sampai didepan WC tersebut ternyata tak ada satupun yang kosong. Yang lebih membuat tambah kecewa adalah meskipun sudah mengetuk pintu toilet berkali – kali tetapi yang didalam masih tenang – tenang saja. Kalau toh menyahut, paling – paling cuma "bentar dong, lagi enak – enaknya nih, ganggu kesenengan orang aja sih". Saya jadi teringat akan salah seorang teman saya waktu belajar di Madrasah Aliyah yang menyatakan dalam agenda kenang – kenangan siswa bahwa hobynya adalah "Renungan Toilet" alias melakukan perenungan sambil buang hajat di wc. Sebagaimana masih terekam dalam ingatan saya akan sebuah "nasehat umum" yang sering kali disampaikan seseorang pada temannya manakala ia lupa dan tak sanggup mengingat suatu barang yang beberapa saat sebelumnya ia taruh,"Kalau mau ingat dimana barang itu, pergi saja ke toilet dan cobalah ingat – ingat kembali sambil buang air besar".

Ya, hal diatas mungkin terkesan lucu, tapi itulah kenyataannya. Banyak diantara kita yang senang berlama – lama berdiam di tempat kotor seperti itu dengan beragam tujuan. Ada para siswa atau mahasiswa dan pegawai kantoran yang hoby nyoret – nyoret tembok ketika sedang berada di wc, dan celakanya, yang tadinya tak hobypun menjadi ketularan karena sering membaca tulisan - tulisan tangan iseng yang tak jarang memang menggelitik hati tuk mebalas atau sekedar mengomentarinya. Ada pula orang yang menjadikannya tempat melampiaskan nafsu seksual dengan pacar atau selingkuhannya dengan alasan lebih aman, tanpa biaya atau nafsu yang sudah sampai di ubun – ubun. Dan bahkan dalam beberapa kasus ia dijadikan tempat aborsi dan bunuh diri karena sedang mengalami depresi mental atau stres berat seperti banyak di beritakan dalam berbagai media massa atau digambarkan dalam beberapa adegan film.

Dari sini saya menarik kesimpulan bahwa ternyata memang banyak diantara kita yang sering berdiam diri dan betah berlama – lama di ruang toilet, padahal jauh – jauh hari Maha guru kita, nabi Muhammad sudah mengingatkan bahwa termpat buang air besar maupun kecil merupakan tempat tinggalnya para setan karena mereka memang menyukai tempat – tempat kotor seperti itu. Jadi kalau diantara kita ada yang senang melakukan hal tersebut berarti mereka memang layak mendapat predikat "Para Pengunjung rumah setan " karena betah berlama – lama nyaman berada disitu.

Sedari itulah beliau menasehati dan memerintahkan kita tuk membaca doa sebelum memasuki toilet seperti :

"Allahumma inny a'udzu bika minal khubutsi wal khobaitsi", Ya Allah aku berlindung pada-Mu dari gangguan para setan laki-laki dan perempuan.

Begitu juga ketika keluar dari situ seperti doa:

"Ghufroonaka, Alhamdulillahi alladzi adzhaba 'anny al-adza wa 'aafaany", Ku memohon ampunan-Mu. Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kototan dari tubuhku dan memberiku keafiatan.

Bahkan lebih lanjut maha guru juga mengajarkan kita beberapa adab dan tata cara buang hajat seperti :

#Mendahulukan kaki kiri ketika melangkah masuk keWC. Beliau berkata:"Sesungguhnya orang yang mendahulukan kaki kanan sebelum kaki kiri ketika masuk ke toilet akan menerima cobaan berupa kefakiran dalam hidupnya.

#Tak usah membawa masuk toilet sesuatu yang terdapat tulisan nama Allah padanya sebagaimana yang dicontohkan mahaguru yang selalu mencopot cincinnya terlebih dahulu sebeum membuang hajat mengingat adanya kata Alah pada cincin beliau.

#Tidak menghadap atau membelakangi kiblat ketika buang air kecil atau besar. Sabda beliau:" Jika kalian membuang hajat maka janganlah menghadap kiblat ataupun membelakanginya.

#Jangan membuang hajat di jalan karena mahaguru menyatakan:" Waspadalah pada para penyebab caci maki para manusia. Para sahabat bertanya: siapa mereka ?Rasulullah menjawab:yaitu orang yang membuang hajatnya di jalan – jalan umum ataupun pada tempat – tempat berteduh.

# Menutupi tempat buang hajat dan jangan berbicara ketika itu. Mahaguru berkata: "Jangan sekali – kali ada dua orang yang membuka auratnya dan saling bicara ketika sedang buang hajat karena sesungguhnya Allah murka akan hal itu.

# Menuntaskan air seni yang masih tersisa pada kemaluan. Sebagaimana perintah beliau: " Bersihkanlah dirimu dari sisa – sisa air seni karena kebanyakan siksa kubur disebabkan oeh hal itu.

#Tak usah berlama – lama di toilet karena bisa menyebabkan gangguan pada ulu hati. Sebagaiman diriwayatkan dari Lukman Al-Hakim.

Selanjutnya, apa kita masih ingin menyandang predikat diatas dan rame – rame mengunjungi rumah setan? Tentu tidak,bukan?

ramadhan lagi, ramadhan lagi

Ramadhan lagi, ramadhan lagi!


Kurang lebih satu minggu kedepan kita semua, umat islam di seluruh dunia akan kedatangan tamu yang teramat istimewa dan tiada duanya. Ia kan datang dengan segudang hadiah dan selaksa janji nan indah disertai bejibun pahala tuk bekal di akhirah. Sungguh merupakan tamu yang penuh dengan berkah. Dialah bulan suci dan mulia. Bulan yang penuh dengan rahmat, maghfirah dan janji terbebas dari api neraka. Dan dibulan itulah Al Qur'an turun tuk pertama kalinya pada Maha guru kita ,Muhammad tercinta. Itulah bulan Ramadhan,pemimpin para bulan.

Menjelang ramadhan tiba orang – orangpun berbeda cara dalam menyambutnya. Ada yang merasa senang sekali serta bergembira ria dalam menyambutnya dan meluapkan kebahagiannya dengan berkumpul di alun – alun kota bersama sanak keluarga sambil menunggu pengumuman hari dimulainya puasa. Ada juga yang menyambutnya dengan perasaan biasa saja tanpa ada persiapan yang istimewa. Seakan tiada bedanya bulan ini dan lainnya kecuali kewajiban berpuasa didalamnya. Dan ada pula yang tak senang atau malah merasa benci dengan kedatangannya karena merasa kan mendapat siksaan menahan lapar dan haus setiap harinya. Ketika menyambutnyapun hanya kata – kata :"Ramadhan lagi, ramadhan lagi. Puasa lagi deh".

Itulah tiga tipe umat islam dalam menyambut kedatangan Bulan Puasa ini. Kelompok pertama menurut saya adalah golongan orang – orang yang memiliki keimanan tinggi karena bagi mereka berpuasa sehari penuh bukan hanya sekedar menjalankan perintah Allah yang terekam dalam kitab sucinya :

"Hai orang – orang yang beriman telah diwajibkan atasmu sekalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang – orang sebelum kamu agar kamu sekalian menjadi orang – orang yang bertakwa. (QS:Al Baqarah: 183) dan dikuatkan oleh perkataan nabi-Nya :

"Agama islam dibangun atas lima pondasi, yaitu: shadat, mendirikan sholat, menunaikan zakat, haji dan puasa ramadhan.(HR: Bukhori) melainkan lebih dari itu mereka merasa mendapatkan kemuliaan yang teramat besar karena bisa beribadah dalam bulan suci ini, betapa tidak, jika di dalamnya terdapat berbagai keutamaan yang takkan mungkin di dapatkan pada bulan lainnya seperti :

#Ampunan akan dosa – dosa masa lalu sebabagimana statemen sang mahaguru: "Barang siapa berpuasa ramadhan dan mendirikannya maka ia kan diampuni dosa –dosanya yangtelah lampau".

#Jaminan terbebas dari api neraka, seperti yang beliau pernah janjikan :"Ramadhan adalah bulan yang permulaannya penuh dengan rahmat, pertengahannya dipenuhi oleh ampunan dan penutupannya adalah pembebasan dari neraka".

#Besarnya pahala melakukan satu kesunatan. Mahaguru menjelaskan:barang siapa melakukan satu kebajikan (kesunatan) dalam bulan ramadhan maka baginya pahala yang setara dengan pahala satu kewajiban.

#Berlipat gandanya pahala satu kewajiban, sebagaimana yang pernah beliau sebutkan :"Barang siapa mengerjakan satu kewajiban maka baginya pahala yang sebanding dengan pahala orang yang mengerjakan tujuh puluh kewajiban".

#Janji syurga seperti yang tertulis dalah salah satu hadist:" Ramadhan adalah bulan kesabaran sedangkan pahala (bagi yang )sabar adalah surga"

#Bertambahnya rezeki. Mahaguru bersabda: Rezeki seorang mukmin akan ditambahkan dalam bulan ramadhan".

#Fadhilah memberi makanan tuk berbuka puasa, seperti kata beliau: "Barang siapa memberi buka orang yang berpuasa maka baginya pahala memerdekakan budak dan ampunan akan dosa – dosanya." Dan lain sebagainya.

Sedangkan kelompok kedua adalah mereka yang keimanannya sedang – sedang saja . Bagi mereka menunaikan puasa ramadhan tiap tahunnya hanya merupakan kewajiban yang mesti di lakukan agar tak melanggar perintah tuhan yang berujung pada penjerumusannya ke dalam neraka. Alih – alih mencelakakan diri di akherat lebih baik berpuasa agar bisa masuk surga.

Adapun yang ketiga adalah mereka yang imannya sangat rendah. Menurut mereka berpuasa sepanjang hari selama sebulan penuh merupakan sebuah paksaan dan bahkan mungkin suatu siksaan yang tak diketahui apa hikmah dibalik itu semua. Mereka sadar bahwa puasa adalah suatu perintah dari Yang Maha Kuasa dan merupakan syareat agama sebagaimana mereka tahu bahwa yang tak menunaikan puasa akan mendapat dosa besar tapi apalah daya. Jika tak ada iman kuat yang melandasinya menahan lapar dan hauspun begitu berat jadinya.

Setelah ini, termasuk golongan manakah kita? Inginnya sih masuk komunitas pertama tapi kalau toh belum mampu, yang keduapun tak mengapa asal jangan yang ketiga.

Semoga Allah memberi kita keimanan yang kuat dan teguh agar bisa menjalankan perintahnya dengan tanpa rasa terpaksa, amin.

Thursday, August 21, 2008

Dan Setanpun tertawa


Anda dan saya pasti pernah menguap,bahkan mungkin tiap hari kita mengalami hal itu, karena menguap memang suatu hal yang wajar sebagai tanda datangnya rasa kantuk dan tubuh kita memerlukan istirahat. Yang tak wajar adalah menguap dengan menghembuskan nafas hingga terdengar suara "huaaa……….". Apalagi jika hal itu dilakukan didepan banyak orang, tentu saja hal itu membuat mereka merasa risih melihat dan mendengarnya. Yang lebih tidak wajar lagi apabila sang penguap baru bangun dari tidur panjang dan belum sempat menyikat gigi ditambah tak menutup mulutnya ketika menguap layaknya seekor kudanil yang hendak menyantap makanannya atau kucing yang sedang menguap. Huh! bisa dibayangkan kan, betapa risih dan jijiknya kita melihat hal itu. Bagaiman tak risih jika di hari yang cerah kita disuguhi pemandangan seperti itu .Dan bagaimana kita tak merasa jijik jika yang menguap mengeluarkan nafas bercampur air liur yang berbau "super busuk" yang mungkin lebih busuk dari bau mulut orang yang habis memakan bawang mentah atau jengkol.

Mungkin memang banyak orang yang mengatakan bahwa menguap dengan gaya seperti di atas terasa lebih nikmat,puas dan plong. Tapi saya tak yakin akan hal itu, malahan hati kecil saya berbisik lirih: "Jangan – jangan yang berkata seperti itu adalah orang – orang yang memang terbiasa bergaya seperti itu ketika menguap.

Any way setiap orang memang berhak dan bebas mengungkapkan pendapatnya dan mengekpresikan jati dirinya, tapi kita harus ingat bahwa kebebasan kita terbatasi oleh kebebasan orang lain. Begitu juga hak kita terbatasi oleh hak oang lain, dalam arti, tak boleh kita melakukan sesuatu dengan dalih kebebasan yang kita miliki hingga melanggar kebebasan orang lain. Kita memang bebas tetapi jangan sampai orang lain tersakiti oleh kebebasan kita, sebagaimana kitapun tak ingin disakiti olehnya dengan alasan kebebasan yang ia miliki. Walhasil segala sesuatu itu tentu ada aturan mainnya, tanpa memandang apakah sesuatu itu bagian dari ajaran agama atau bukan.

Oke, sekarang balik ke topik kita tentang menguap. Saya akan memulainya dengan mengajukan satu pertanyaan tuk anda: "Percayakah anda jika ada yang mengatakan bahwa setan itu bisa tertawa dan menertawakan kita umat manusia yang notabene lebih mulia darinya"?.Saya pribadi percaya akan hal itu dan andapun saya rasa harus percaya juga, sebab yang menyatakan hal itu adalah Sang mahaguru Muhammad SAW. Ya, beliaulah yang berstatemen seperti diatas sebagaimana terekam dalam salah satu hadistnya :

Jika salah satu dari kalian menguap maka hendaklah ia menahan sekuatnya karena apabila ia mengeluarkan suara "haaaa…"(ketika menguap) maka setanpun kan memertawainya ketika itu.

Dalam hadist lainpun beliau bersabda:

Jika salah satu dari kalian menguap maka hendaklah ia menutupi mulutnya dengan tangan, jangan membiarkan mulutnya terbuka lebar karena setan akan menertawakannya (jika membiakannya terbuka).

Sampai disini mungkin ada yang bertanya:"Apa iya setan benar – benar tertawa?. Hati saya meyakini hal itu karena saya yakin bahwa mahaguru tak pernah berbohong. Dan apa yang keluar dari mulutnya merupakan wahyu dari Allah SWT. sebagaimana firman-Nya:

Tidaklah sekali – kali ia (Muhammad) berkata menuruti hawa nafsunya. Yang dikatakannya tak lain merupakan wahyu yang diwahyukan (padanya.)(QS:An Najm :3-4).

Dari hadist diatas dapat kita simpulkan bahwa agama islam mengajarkan kepada umatnya tata cara menguap yang baik dan benar serta sesuai dengan nilai - nilai kemasyarakatan yang luhur, yaitu ;

1.Apabila kita hendak menguap maka sebaiknya kita menahannya sekuat mungkin, jangan sampai ada suara "Haaa…"yang keluar dari mulut kita.

2.Kalau toh tak mampu menahannya hendaknya kita tutup mulut kita dengan telapak tangan.

Itu semua kita lakukan agar terhindar dari ejekan dan tawa para setan serta sekaligus mendapatkan pahala jika kita berniat mengamalkan ajaran agama dan mengikuti apa yang mahaguru Muhammad ucapkan dan terapkan.

Sekedar menyampaikan memang lebih mudah daripada mengamalkan, bukan?.

Friday, May 30, 2008

Kiat sukses jitu dari Sang Mahaguru

Kiat sukses jitu dari Sang Mahaguru


Seorang arab badui yang sangat dangkal pengetahuannya tentang agama islam suatu ketika mendatangi Sang Mahaguru, Muhammad SAW. dengan maksud ingin mengutarakan segala keinginan dan cita - citanya serta menanyakan bagaimana cara menggapainya. Setelah mendapat perkenan iapun segera menyatakan keinginananya pada sang mahaguru sebagai berikut :

Badui : Aku ingin menjadi orang paling pintar.
Mahaguru: Bertakwalah pada Allah niscaya kau kan menjadi orang paling pintar.
Badui: Akupun ingin jadi orang terkaya.
Mahaguru: Merasa cukuplah dengan segala pemberian tuhanmu,pasti kau kan jadi orang terkaya.
Badui: Aku senang jika aku menjadi manusia paling adil.
Mahaguru: Cintai manusia sebagaimana engkau mencintai dirimu kaupun kan menjadi manusia paling adil.
Badui: Akupun senang jika ku jadi insan terbaik
Mahaguru: Jadilah orang yang bermanfaat, engkaupun kan jadi insan terbaik.
Badui: Aku juga senang jika ku menjadi orang paling istimewa disisi Allah.
Mahaguru: Perbanyaklah dzikirmu, kaupun kan menjadi orang paling istimewa disisi-Nya.
Badui: Aku ingin imanku sempurna.
Mahaguru: Perbaiki akhlakmu, niscaya kan sempurna imanmu.
Badui: Aku juga ingin termasuk kedalam golongannya orang – orang yang mencapai derajat ihsan.
Mahaguru: Sembahlah Allah seakan – akan kau melihatnya, jika kau tak melihatnya yakinlah bahwa ia melihatmu, pasti kau kan mencapai derajat ihsan.
Badui: Akupun berkeinginan masuk kedalam deretan orang – orang yang taat.
Mahaguru: Tunaikan segala kewajibannya, kaupun termasuk orang – orang yang taat.
Badui: Aku ingin bertemu Allah dalam keadaan bersih dari segala dosa.
Mahaguru: Mandi dan bersucilah dari hadast besar, engkaupun kan bertemu dengan-Nya dalam keadaan bersih dari segala dosa.
Badui: Aku juga ingin dibangkitkan pada hari kiamat nanti dalam sebuah cahaya.
Mahaguru: Jangan sekali –kali kau mendzalimi seseorang, pasti kau kan dibangkitkan dalam sebuah cahaya.
Badui: Akupun ingin dikasihi Tuhanku pada hari kiamat esok.
Mahaguru: Kasihi dirimu dan hamba tuhanmu, kaupun kan dikasihi oleh-Nya pada hari kiamat.
Badui: Ku ingin dosaku menjadi sedikit.
Mahaguru: Banyak istighfarlah, niscaya dosamu jadi sedikit.
Badui: Aku ingin menjadi manusia paling mulia.
Mahaguru: Jangan pernah mengadukan urusanmu pada makhluk, kau kan jadi manusia termulia.
Badui: Akupun ingin menjadi orang paling kuat.
Mahaguru: Bertawakkallah pada Allah, pasti kau jadi orang paling kuat.
Badui: Aku juga ingin Allah memperluas rizkiku .
Mahaguru: Selalu dalam keadaan suci dari hadast kecil dan besarlah,Allahpun kan meluaskan rizkimu.
Badui: Aku berkeinginan tuk menjadi salah seorang yang dicintai Allah dan Rasulnya.
Mahaguru: Cintailah segala hal yang dicintai Allah dan Rasul-Nya, engkaupun kan jadi salah seorang yang dicintainya.
Badui: Aku juga berkeinginan tuk selamat dari murka Allah pada hari kiamat.
Mahaguru: Jangan marah pada seorangpun,pasti kau kan selamat dari murka-Nya pada hari kiamat.
Badui: Akupun berkeinginan doaku dikabulkan
Mahaguru: Jauhi makanan yang haram ,doamupun kan dikabulkan.
Badui: Aku ingin Allah menutupi beburukanku saat kiamat nanti.
Mahaguru: Tutupi keburukan saudaramu, Allahpun kan menutupi keburukanmu saat kiamat nanti.
Badui: Apa yang bisa menyelamatkanku dari dosa.
Mahaguru: Air mata, rendah hati dan penyakit.
Badui: Amal baik apa yang paling besar disisi Allah?.
Mahaguru: Akhlak mulia, tawadhu’dan sabar atas cobaan.
Badui: Amal buruk apa yang paling hina disisi Allah?.
Mahaguru: Akhlak yang buruk dan pelit.
Badui: Apa yang menenangkan amarah Tuhan didunia dan akhirat?.
Mahaguru: Shadaqah secara sembunyi dan menyambung persaudaran.
Badui: Apa yang bisa mematikan api neraka jahannam pada hari kiamat?
Mahaguru: Bersabar didunia atas segala cobaan dan musibah.

Demikianlah dialog yang cukup panjang antara Mahaguru,Muhammad SAW dan Si Badui. Dan yang perlu saya tegaskan disini adalah bahwa meskipun dialog tersebut terjadi antara mahaguru dan seorang badui tetapi hal itu tak menjadikan kita umatnya dilarang mengamalkan apa yang sisarankan beliau dengan alasan bahwa saran itu ditujukan khusus tuk si badui tadi karena setiap perkataan yang keluar dari lisan Rasulullah merupakan petunjuk dan wahyu yang diturunkan atasnya tuk di dampaikan pada kita umatnya tanpa melihat latar belakang histori apa yang melandasi munculnya perkataan tersebut. Wallahu a’lam.

Wednesday, April 23, 2008

Surat intimidasi nabi tuk para jin jahat

Berikut ini adalah surat intimidasi Rasulullah Muhammad SAW.tuk para jin jahat pengganggu umat islam. Jika dirumah anda terdapat jin yang selalu mengganggu anda dan keluarga, cobalah tempel atau gantungkan surat dibawah ini di ruangan yang didiami jin tersebut, atau letakkanlah dibawah bantal tidur anda, insya allah ia akan tersiksa dan segera meninggalkan kediaman anda.
Surat ini beliau layangkan ketika mendapat pengaduan dari Abu dujanah,salah seorang sahabat yang setiap malam selalu diganggu jin jahat berbadan hitam berperawakan tinggi penghuni ruang tidurnya dengan cara melemparkan bola api ke mukanya. Ketika mendengar hal itu rasulullah lansung memerintahkan sayyidina Ali tuk menulis surat dibawah ini :

بسم الله الرحمن الرحيم
هذا كتاب من محمد رسول رب العالمين إلى من يطرق الدار من العمار والزوار إلا طارقا يطرق بخير؛ أما بعد: فإن لنا ولكم في الحق سعة، فإن كنت عاشقا مولعا أو فاجرا مقتحما فهذا كتاب الله ينطق علينا وعليكم بالحق، إنا كنا نستنسخ ما كنتم تعملون ورسلنا يكتبون ما تمكرون، اتركوا صاحب كتابي هذا وانطلقوا إلى عبدة الأصنام وإلى من يزعم أن مع الله إلها آخر. لا إله إلا هو كل شيء هالك إلا وجهه له الحكم وإليه ترجعون. حم لا ينصرون. حم عسق تفرق أعداء الله وبلغت حجة الله ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم - فسيكفيكهم الله وهو السميع الع

Sunday, April 6, 2008

Rahasia dibalik tak terkabulnya doa

Dalam sebuah acara dialog interaktif yang ditayangkan oleh salah satu televisi swasta, salah saorang penanya mengutarakan keluhannya kepada seorang ulama yang menjadi penjawab dalam acara tersebut mengenai tak kunjung terkabulnya doa yang selama ini panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa hingga hamper saja ia putus asa karena saking lamanya bersabar dan terus menunggu.

Ya, keluhan seperti diungkapkan si penanya diatas memang banyak terdengar disekitar kita. Betapa seringnya kita mendengar hal itu dari orang – orang disekitar ita atau bahkan mungkin dari diri kita sendiri. Yang berprofesi sebagai pedagang berkesah mengenai mengapa doa agar barang dagangannya laris manis dan banyak pelanggan tak juga dikabulkan meski ia sering kali mengunjungi orang – orang yang dianggap memiliki keramat. Si pemilik bisnis property mengeluhkan doanya yang belum diijabahi agar izin penggusuran rumah – rumah penduduk dan pembangunan propertynya segera diturunkan oleh pemerintah padahal sudah bolak – balik melobi para pejabat terkait bahkan telah mengeluarkan bermilyar rupiah tuk memberi uang saku mereka. Sang pejabat Negara berkata :"Kenapa Tuhan tak kunjung mengangkat krisis multi dimensi yang menerpa bangsa ini sejak satu decade yang lalu padahal kami selalu berdo'a disetiap acara keagamaan dan telah mengadakan doa bersama antar umat beragama yang ada di tanah air. Suami – istri yang telah lama berumah tangga bersedih sebab tak juga dikaruniai keturunan yang akan meneruskan perjalanan sejarah keluarga walaupun sudah terlalu sering mengunjungi dokter atau bahkan sampai meminta air jampi – jampi dari orang pintar. Pasutri yang telah dikaruniai banyak anakpun tak jarang mengeluh karena rezekinya tak cukup tuk menghidupi anak – anaknya padahal banyak kyai atau ustadz yang bilang "Banyak anak banyak rezeki" tapi mengapa tuhan belum juga membukakan pintu rezeki-Nya. Para kyai dan guru juga mungkin berkeluh kesah mengenai murid – muridnya yang susah memahami pelajaran yang disampaikan meski mereka selalu bangun pada malam hari tuk mendirikan sholat tahajjud dan hajat memohon pada tuhan agar mereka diberi kemudahan dalam belajar. Dan murid – muridpun banyak yang berkata mengapa Allah belum memberinya anugerah berupa kemudahan dalam menangkap dan menghapal materi pelajaran padahal berbagai doa sudah diwiridkan bahkan kermacam tirakat telah dijalani dan lain sebagainya.

Sebenarnya ada apakah dibalik tak kunjung terkabulnya doa yang kita panjatkan kepada Allah SWT.?. Ada yang kelirukah dalam munajat kita?. Tidakkah tuhan maha pemurah dan maha pengasih?. Bukankah tuhan sendiri yang memerintahkan kita tuk berdoa dan bankan Ia juga yang berjanji tuk mengabulkan doa kita ketika Ia berfirman ''Ud'uuni astajib lakum",berdoalah padaku niscaya aku kabulkan.? sungguh tak masuk akal jika ada yang berkata"Tuhan mungkin tak mendengar doa kita atau Ia lupa menepati janji-Nya" sebab Ia maha mendenganr dan selalu menepati janji pada hamba-Nya. Baginda Nabi Muhammad pun jauh – jauh hari telah bersabda: Takkan binasa seseorang yang selalu berdoa". Jika begitu mengapa doa kita belum terijabahkan atau bahkan mungkin tertolak?

Sebab tak terkabulnya sebuah doa

Keluhan bernada protes seperti diatas memang banyak terungkap, tidak hanya di zaman sekarang dimana kita sudah terlalu banyak dicekoki berbagai maksiat bahkan ketika kita sedang berada dalam rumah sekalipun, baik yang lewat media massa berupa koran,atau majalah, audio sperti radio dan visual macam televisi dan CD Player melainkan hal semacam itupun sudah ada sejak zaman kenabian, empat belas abad yang lalu, terbukti rasulullah pernah menceritakan kisah seorang yang sangat taat dalam mengerjakan berbagai ibadah dalam agama hingga kusut dan tak beraturan rambutnya sedang menengadahkan kedua tangannya ke langit dan berdoa kepada tuhan sambil berkata:"ya rab,ya rab' wahai tuhanku, wahai tuhanku, sedangkan makanannya haram,pakaiannya haram, gizinya juga haram, bagaimana mungkin doanya akan terkabul!.

Dari cerita nabi tersebut saya mengambil kesimpulan bahwa diantara berbagai macam sebab yang menjadikan doa kita tak juga terkabul adalah karena barangkali kita masih memakai pakaian yang kita beli dengan uang haram, atau makanan yang kita santap sehari – hari kita peroleh dengan jalan yang tak dibenarkan agama seperti mencuri atau meminta dengan paksa dan lainnya,atau juga minuman yang kita minum merupakan dari air haram yangkita peroleh dengan cara menyabotase saluran air tetangga atau pemerintah dan lain sebagainya.

Walhasil kita harus selalu introspeksi alias muhasabah diri agar kita terbebas dari hal – hal haram yang bisa menjadi sebab tak terkabulnya doa kita sebab hanya kitalah yang tahu tentang halal dan haramnya segala hal yang kita pergunakan sehari – hari.
Selain itu ada satu hal yang tak kalah penting kita perhatikan agar doa kita dikabulkan Allah yaitu;adab serta tatacara berdoa kepada-Nya. Inilah yang mungkin kurang begitu kita perhatikan dan lakukan ketika berdoa.

Adab dan tatacara berdoa

Ada beberapa adab dan tatacara yang mesti kita kakukan tatkala kita memanjatkan doa dan mengharapkan tekabulnya doa kita seperti yang dijelaskan oleh Imam al-Ghazaly dalam salah satu buku karangannya,diantaranya sebagai berikut:

Memilih waktu yang tepat tuk berdoa.
Ada banyak waktu dimana kita sangat dianjurkan tuk berdoa pada saat itu seperti sepertiga malam yang terakhir;antara jam dua malam hingga waktu subuh sebab nabi Muhammad pernah berkata bahwa:Allah SWT.turun kebumi pada sepertiga malam yang terakhir dan berkata:"siapapun yang berdoa padaku pasti ku kabulkan, yang meminta sesuatu padaku niscaya kan kuberi dan yang memohon ampunanku akan ku ampuni dosa – dosanya. Atau setiap habis sholat lima waktu, sepanjang hari jum'at,hari arafat dan bulan ramadhan.

Memilih kondisi yang tepat.
Diantara kondisi ysng sangat bagus tuk berdoa ialah ketika kita sedang bersujud dalam sholat, karena kondisi itulah yang paling menunjukkan betapa dekatnya kita kepada Allah sebagaimana sabda nabi:"Jarak paling dekat antara hamba dengan tuhannya adalah ketika ia bersujud,maka perbanyak doalah ketika itu". Selain itu adalah ketika kita berpuasa,baik pusa wajib maupun sunah karena nabi bersabda:"Orang yang berpuasa itu tak ditolak doanya".

Memperlirih suara
Yaitu dengan mengatur tekanan suara selirih mungkin sebab Allah melarang kita berdoa dengan suara yang keras sebagaimana firmannya:"Jangan kau perkeras suaramu ketika berdoa dan jangan pula kau samarkan suaramu ketika berdoa (QS:al Isra:110).
Merendahkan diri dan khusyuk, sebagaimana firman Allah :"Berdoalah pada tuhanmu dengan merendahkan diri dan melirihkan suara(QS:Al A'raf:55).

Yakin terkabul
Ya, kita harus yakin bahwa doa yang kita panjatkan akan dikabulkan oleh Allah SWT.karena nabi mengajarkan kita tuk selalu optimis dalam berdoa, beliau berkata:"Berdoalah kalian semua kepada Allah dengan rasa optimis akan terkabulkan.
Membuka doa dengan dzikir dan sholawat pada rasulullah.
Artinya kita mesti memulai doa kita dengan dzikir kepada Allah dan mengucapkan shalawat pada baginda nabi seperti mangucapkan: Alhamdulillahi robbil 'alamin, allahumma sholli wasallam 'ala sayyidina Muhammadin wa ala ali Muhammad" lalu menyebutkan keinginan kita.

Inilah beberapa tatacara yang mesti kita laksanakan jika kita menginginksn terkabulnya doa yang kita panjatkan kepda Allah SWT.semoga kita bosa mengamalkan hal tersebut. Wallahu a'lam.

Thursday, March 27, 2008

Rahasia dibalik tabir takwa

Semua orang islam yang sering menghadiri pengajian agama atau siraman rohani sudah barang tentu begitu hapal akan kalimat berikut ini:"Dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya". Ya, itulah pengertian dari Taqwa kepada Allah Yang Maha Esa.

Bahkan sangat mungkin saudara – saudara kita yang jarang mengikuti dan menghadiri acara – acara semacam diataspun telah mendengar dan hapal kata – kata tersebut karena minimal seminggu sekali umat islam diseluruh dunia mendengar kalimat itu dari lisan sang khatib ketika berkhotbah pada saat mendirikan sholat ju'mat sebab itu merupakan salah satu rukun yang wajib dilakukan dalam khotbhah tersebut meskipun dengan bahasa yang berbeda beda. Yang berbahasa arab akan menyitir ayat dalam Al qur'an : Ittaqullaha haqqo tuqotih wala tamutunna illa wa antum muslimun (QS:Ali Imran 102) atau salah satu hadist Nabi: Ittaqullaha haitsuma kunta.sang khatib di Indonesia kan mengatakan "Bertakwalah kamu sekalian dengan sebenar – benar takwa,yaitu dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya dan lain sebagainya.

Walhasil, mayoritas kaum muslimin seantero jagat raya pasti pernah mendengar divinisi takwa diatas. Tapi apakah kita telah mengamalkan ajaran mulia ini?,berapa persenkah dari satu sepertiga milyar umat islam dunia yang benar – benar mengamalkan takwa sebagaimana pengertian tersebut? Atau malah kebanyakan dari kita hanya mendengarnya melalui kuping kanan dan dengan otomatis keluar kembali lewat kuping kiri?.Hanya diri kita masing – masinglah yang mengetahui seberapa jauh kita telah mengamalkan hal itu dan seberapa tinggi tingkat ketakwaan kita terhadap Allah SWT.

Mungkin banyak dari kita yang belum mau dengan sungguh – sungguh bertakwa, sebenarnya bukan karena tak senang dengan adanya pengertian takwa yang seakan memenjarakan kebebasan kita sebagi manusia merdeka atau mengingkari ajaran islam tersebut melainkan karena memang belum mengetahui akan balasan, manfaat atau rahasia dibalik takwa itu. Hal ini memang sangat wajar muncul di benak kita semua apalagi dengan kondisi dan situasi seperti zaman sekarang ini yang semuanya menuntut adanya "take and give",pertimbangan untung – rugi, manfaat dan madharat danlain sebagainya yang menjadikan kita mesti berfikir kerakali – kali untuk melakukan ataupun meninggalkan sesuatu. Maka itu wajar saja jika ada yang bertanaya :rahasia apakah yang ada dibalik tabir takwa?,mengapa sih kita mesti bertakwa?, apasih yang akan kira raih manakala telah bertakwa?,pahala apa yang dijanjikan Allah tuk orang – orang yang bertakwa? dan berbagai pertanyaan semacamnya.

Dari sini penulis merasa tertantang untuk mencari tahu akan jawaban berbagai pertanayaan diatas tuk kemudian menuliskan dan mempersembahkannya bagi para saudara dan saudari kita seiman dan seagama.

Rahasia dan manfaat takwa

Allah SWT. Berfirman dalam Al qur'an :Hai orang – orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar – benar takwa kepada-Nya;dan janganlah sekali –kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama islam.(QS:Ali Imran:102). Melalui ayat ini Allah memerintahkan kita semua umat islam untuk benar – benar bertakwa kepadanya dan mewanti – wanti agar jangan sampai kita meninggalkan dunia ini dalam keadaan tidak memeluk agama islam. Dari sini kita bisa menarik sebuah kesimpulan kecil, bahwa takwa memiliki arti penting dalam syareat islam dan kehidupan kita karena jika keduanya tak memiliki peran penting dalam agama sudah barang tentu Allah takkan memerintahkan kita tuk bertakwa dan melarang kita tuk tidak beragama selain agama islam sebab Ia takkan mungkin mewajibkan sesuatu kecuali didalamnya terdapat hikmah dan kebaikan serta kebahagiaan kita di dunia maupun di akhirat kelak.

Hal ini terbukti dengan banyaknya ayat – ayat yang berbicara tentang takwa di banyak surat dalam al-qur'an bahkan beberapa diantara nya yang dibarengi dengan suatu janji atau imbalan yang kan kita peroleh jika kita benar – benar bertakwa, diantaranya sebagai berikut:

Kebersamaan dengan Allah SWT. Allah berfirman : Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilash bahwa Allah beserta orang – orang yang bertakwa. (QS:Al Baqarah:194).
Pengajaran dari Allah SWT. Firman Allah dalan Al qur'an: Dan bertakwalah;Allah mengajarmu; dan Allah maha mengetahui segala sesuatu. (QS: Al Baqarah:282).
Keselamatan dari api neraka. Allah berfirman : Kemudian kami akan menyelamatkan orang – orang yang bertakwa dan membiarkan orang – orang yang zalim didalam neraka dalam keadaan berlutut. (QS: Maryam:72).
Solusi bagi segala permasalahan dan rizki yang tak terduga. Firman-Nya dalam Al qur'an: Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka – sangkanaya.(QS: At talak:2-3).
Segala urusan menjadi mudah. Allah berfirman: Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan kemudahan dalam urusannya (QS:At talak:4).
Penghapus kesalahan dan pelipat gandaan pahala. Sebagaimana Allah berfirman : Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menghapus kesalahan – kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya.(QS:At talak:5).
Kemuliaan di dunia dan akhirat, Sebagaimana pula Ia berfirman: Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah yang paling bertakwa diantara kamu (QS:Al Hujurat:13).
Janji surga. Allah telah berfirman: Itulah surga yang akan kami wariskan kepada hamba – hamba kami yang selalu bertakwa (QS: Maryam:63).
Janji diberi furqan,yaitu petunjuk yang dapat membedakan antara yang hak dan yang batil, sebagaimana Allah berfirman: Hai orang – orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqan (QS:Al anfal:29)

Inilah beberapa poin yang notabene merupakan rahasia,manfaat serta janji – janji Allah yang akan diberikan kepada para hamba yang bertakwa kepada-Nya. Semoga dengan ini kita lebih bisa meningkatkan ketakwaan kita terhadap Allah Yang Maha Esa. Wallahu a'lam.

Yemen,19 Rabiul Awal 1429 H.
25 Maret 2008 M.