Monday, October 20, 2008

Fitrah Manusia

Ada satu hadist yang menyatakan bahwa manusia itu terlahir dalam keadaan fitrah yang suci dan putih-bersih layaknya lembaran kertas tanpa ada setitikpun tinta tang mewarnainya. Yang menjadikan ia seorang yahudi, nasrani atanpum majusi adalah orang tuanya.

Kandungan hadist diatas mengajarkan kepada kita tentang begitu penting dan besarnya peran orang tua dalam menanamkan suatu ajaran dan kepercayaan pada jiwa sang anak. Semua hal yang disampaikan padanya akan dengan mudah terekam kuat dalam memori otaknya dan terukir dalam jiwanya. Jika yang ditanamkan ayah dan ibunya adalah ajaran islam maka iapun akan tumbuh sebagai seorang muslim, begitu juga sebaliknya.

Dari hadist tersebut juga ada satu hal penting yang tersirat, yaitu bahwa sesungguhnya sebelun tuhan menciptakan manusia kedunia --- tepatnya ketika masih barada di alam ruh azaly--- Ia telah bertanya dan meminta persaksian pada seluruh umat manusia :Bukankah aku adalah tuhan kalian semua? Merekapun menjawab: Ya, engkaulah tuhan kami. Nah, jadi susungguhnya ketika menusia terlahir sebenarnya telah beriman pada tuhan yang maha esa sebagai implemetasi dari persaksian yang ia berikan ketika zaman azaly. Dengan begitu secara fitrah manusia adalah makhluk yang percaya adanya tuhan yang esa, kalautoh pada akhirnya ia menjadi orang yang tak percaya adanya tuhan atau berkeyakinan bahwa tuhan itu lebih dari satu serta punya wujud yang bermacam – macam itu semua tergantung orang tua yang telah mendidiknya. kalau ortunya pemeluk ajaran ateis maka sang anakpun akan menjadi seorang ateis. Jika sang ortu berkeyakinan bahwa tuhan berwujud trimurti maka si anak akan punya keyakinan itu pula. Dan begitulah seterusnya.

Jadi tak usah menyalahkan tuhan jika diakhirat nanti Dia akan menyiksa mereka yang keluar dari fitrahnya dan membelot mejadi tak beriman pada-Nya karena sejak jauh- jauh hari ia telah meminta persaksian seluruh manusia tentang imam mereka pada-Nya sebagaimana tersebut diatas.

Lalu siapakah yang patut kita salahkan?orang tua, keluarga,guru,lingkungan atau diri kita sendiri?jawaban anda bisa jadi berbeda denga jawaban saya dan tiap orang mungkin akan punya jawaban masing – masing serta alasan dan dalil yang bermacam – macam. Saya pribadi berpendapat bahwa yang patut kita salahkan adalah diri kita sendiri, dengan alasan sebagai berikut:

# Tuhan sudah megutus Rasul kepada manusia tuk mengajarkan padanya ajaran iman kepada tuhan yang maha esa serta menunjukkan padanya jalan lurus yang di ridhoi-Nya.

# Kalautoh tak percaya pada rasul, tuhan telah memberi manusia senjata ampuh berupa akal pikiran yang berfungsi tuk berpikir tentang salah dan benarnya hal apapun termasuk ajaran, kepercayaan dan agama yang di peluknya.





Jadi, semua kembali pada kita masing – masing. Kalau kita tak percaya pada utusan tuhan dan tidak mau menggunakan akal kita tuk berpikir tentang ajaran yang benar, ya jangan salahkan siapa- siapa jak nanti tuhan akan meminta pertanggung jawaban kita. Bagaimana pendapat anda? Berpendapatlah dan gunakan akal anda tuk memikirkannya sebelum kebebasan berpendapat anda terpasung oleh situasi dan kondisi.

Keistimewaan Umat Muhammad SAW.

Dalam satu kesempatan nabi musa pernah berdialog dengan Allah SWT. Mmengenai keutamaan suatu umat yang dilihatnya tersurat pada pada dinding alwah(semacam papan bertukis)dan berbagai anugerah yang tuhan berikan untuk mereka sebagai berikut :

Musa: Wahai Tuhan, aku mendapati sifat suatu umat pemberi syafaat dan mendapat syafaat yang tertulis pada dinding alwah, jadikanlah mereka umatku.
Allah: Mereka adalah umat Muhammad.

Musa: Akupun melihat satu umat yang dosa – dosa mereka bisa terhapus hanya dengan melakukan sholat lima waktu, jadikanlah mereka umatku ya robb.
Allah: Merekapun umat Muhammad.

Musa: Aku juga menemukan sifat umat yang memerangi golongan sesat bahkan merekapun memerangi dajjal, jadikanlah mereka umatku.
Allah: Mereka juga umat Muhammad.

Musa: Disitu jua aku mendapati umat yang sarana bersucinya berupa air dan debu, jadikanlah mereka itu umatku.
Allah: Mereka itu umat Muhammad.

Musa: Pada alwah itu pula aku melihat umat yang boleh mengambil harta sedekah dari sebagian diantara mereka serta bibolehkan memakannya bagi sebagian yang lain sedangkan umat sebelum mereka diperintahkan membakar semua harta sedekah,
Allah: Mereka umat Muhammad.

Musa: Disitupun aku menemukan umat yang apabila mereka hanya berkehendak mengerjakan suatu kebaikan kemudian mengurungkannya mereka mendapat satu pahala dan ketika mereka mengerjakannya mereka mendapat sepuluh pahala kebaikan hingga lebih dari tujuh ratus kali lipat pahala. Sedangkan apabila mereka berkeinginan melakukan suatu keburukan kemudian mengurungkannya mereka tak berdosa sedikitpun dan jika mereka mekakukannya mereka hanya mendapat satu dosa, jadikanlah mereka umatku.
Allah: Merekapun umat Muhammad.

Musa: Disitu juga aku mendapati umat yang sebanyak tujuh puluh ribu orang dari mereka bisa masuk surga tanpa di hisab terlebih dahulu, jadikanlah mereka umatku wahai tuhan.
Allah: Mereka juga umat Muhammad.


Itulah bagian dari dialog nabi musa dengan Allah SWT. yang menjelaskan kepada kita betapa besar keutamaan dan karunia tuhan yang diberikan kepada kita umat Muhammad sehingga saking besarnya musapun memohon kepapa tuhan tuk




menjadikan mereka sebagai umatnya bahkan di akhir sebuah versi riwayat yang lain musapun memohon agar ia dijadikan umat Muhammad demi mengetahui betapa mulianya mereka di sisi tuhan.

Selain itu umat muhammadpun masih memiliki banyak keistimewaan diantaranya sebagaimana berikut:

#Allah menciptakan mereka sebagai umat yang lemah agar mereka tak menjadi umat yang sombong seperti para umat sebelum mereka yang diciptakan dengan postur tubuh perkasa serta kekuatan yang dahsyat.

#Allah juga menciptakan mereka dengan postur tubuh yang kecil supaya kebutuhan mereka untuk membeli makanan, pakaian dan tempat tinggal tak memerlukan biaya banyak.

#Allahpun menjadikan umur mereka pendek agar mereka tak terlalu banyak melakukan dosa.

#Allah pula yang menjadikan mereka umat yang tak kaya dengan harta benda supaya hisab dan pertanggung jawaban mereka di akhirat kelak menjadi ringan.

#Allah juga menjadikan mereka sebagai umat terakhir agar supaya keberadaan mereka di alam kubur tak terlalu lama hingga kiamat tiba.

Sunday, September 7, 2008

Para setan yang terpidana

Ada satu hadist yang selalu di sampaikan oleh para da'i atau ustadz dalam pengajian atau pun kuliah singkat pada bulan ramadhan. Hadis tersebut adalah :

"Ketika bulan ramadhan telah tiba maka di tutuplah seluruh pintu neraka dan dibukalah pintu – pintu surga serta di borgollah para setan."

Dan karena selalu terulang serta kita dengar tiap tahunnya menjadikan kita hapal diluar kepala akan hadis diatas. Tetapi berbarengan dengan itu pula kita mungkin kan bertanya – tanya dalam hati:" Jika memang para setan telah di borgol layaknya nara pidana kelas kakap tetapi mengapa masih saja sering kita menyaksikan dengan mata kepala berbagai kemaksiatan di bulan suci ramadhan ini. Begitu banyak saudara – saudara kita yang tak puasa atau yang "jebol"puasanya alias membatalkannya saat siang hari dengan makan atau minum bahkan ada diantara mereka yang terang –terangan makan di pinngir jalan, pasar, swalayan dan lain sebagainya tanpa menghiraukan orang – orang disekitarnya dan sama sekali tak merasa telah menodai kesucian ramadhan, seakan - akan tak ada bedanya antara bulan puasa dan lainnya. Malahan yang lebih parah dari itu kerkadang mereka juga mengajak kita yang sedang berpuasa tuk sama sama membatalkannya. Di berbagai media massa dan cetak juga masih banyak terpampang berita tentang operasi narkoba di klub – klub malam, razia para wanita dan waria pramu nikmat serta para lelaki hidung belang. Korupsi, kolusi, sogok menyogok,persmpokan dan kejahatan lainnyapun masih banyak dilakukan. Kita yang berpuasapun terkadang merasa ada bisikan yang mengajak kita tuk melakukan hal – hal yang bisa membatalkan puasa seperti bisikan yang mengajak kita tuk menelan sebagian air wudhu ketika sedang berkumur atau ketika keadaan sepi.

Kalau memang para setan telah menjadi nara pidana selama bulan ramadhan, mengapa itu semua bisa terjadi?. Bukankah biang dari segala kejahatan adalah para setan yang selalu membisikkan kemungkaran dan mengajak melakukan berbagai kejahatan. Bukankah nenek moyang para setan, iblis telah berjanji tuk selalu menggoda anak cucu Adam makala terusir dari surga gara – gara menolak tuk bersujud pada adam. Dan sekarang mereka telah terborgol kaki dan tangannya tapi mengapa semua itu masih terjadi?

Muculnya pertanyaan diatas sebenarnya bukanlah tanpa sebab melainkan ada beberapa sebab yang melatar bealkanginya, diantaranya adanya ayat ayat suci al-qur'an yang mensinyalir bahwa setan memanglah musuh sejati para umat manusia yang selalu menggodanya hingga mereka mengikuti segala kehendak setan seperti ayat berikut ini :

Iblis berkata: "Karena Engkau(Tuhan) telah menghukum saya sesat, saya benar – benar akan (menghalang - halangi ) mereka (manusia) dari jalan-Mu yang lurus. Kemudian saya akan datangi mereka dari depan dan belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka. Dan engkau takkan mendapati kebanyakan mereka bersyukur. (QS:Al-A'raf: 16-17) dan ayat ini :

"Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu),karena sesungguhnya setan – setan itu hanya mrngajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala – nyala". (QS: al-Faatir:6) dan lain sebagainya.

Menurut saya ayat – ayat semacam itu memang menerangkan tentang permusuhan abadi antara kita dengan setan tetapi kita juga harus ingat bahwa musuh kita dalam kehidupan ini bukan hanya setan semata. Dan yang bisa menjerumuskan kita ke lembah kemaksiatan bukan ia saja melainkan ada beberapa factor yang bisa menjadi sebab kejahatan meraja lela, kemungkaran ada dimana – mana terlepas apakai terjadi dalam bulan ramadhan ataupun lainnya seperti :

#Hawa nafsu sebagaimana dinyatakan dalam Al –Qur'an:

"Sesungguhnya nawa nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan.(QS: Yusuf:53).

#Setan berupa manusia seperti yang pernah Mahaguru katakana dakam salah satu perkataannya pada Abu dzar, salah seorang sahabat:

" Ya Aba Dzar, Apakah kamu telah memohon perlindungan pada Allah dari kejahatan para setan manusia?Abu dzar berkata: Wahai Rasulullah, apa ada setan berbentuk manusia? Rasul menjawab:" Ya, bahkan lebih jahat dari setan berbentuk jin".

Sampai disini jelaslah kiranya bahwa setan bukanlah satu – satunya musuh kita. Jadi tak usah serta merta menyalahkan setan pabila kita melakukan dosa, apalagi dibulan suci ramadhan.tapi salahkanlah diri kita yang tak mampu mengekang hawa nafsu kita sendiri yang notabene ada didalam diri kita masing – masing. Dan hati - hati pula serta nasehati orang yang mengajak kita tuk membatalkan puasa, karena jangan – jangan mereka itu termasuk setan berwujud manusia.

Sunday, August 24, 2008

Rame - rame mengunjungi Rumah Setan

Rame – rame Mengunjungi Rumah Setan


Beberapa kali saya dengan tergopoh – gopoh berlari menuju toilet yang ada di apartemen tempat tinggal saya dan para mahasiswa Indonesia di Al Ahgaf university lainnya karena begitu kebelet tuk buang air besar, tapi begitu kecewanya saya ketika sampai didepan WC tersebut ternyata tak ada satupun yang kosong. Yang lebih membuat tambah kecewa adalah meskipun sudah mengetuk pintu toilet berkali – kali tetapi yang didalam masih tenang – tenang saja. Kalau toh menyahut, paling – paling cuma "bentar dong, lagi enak – enaknya nih, ganggu kesenengan orang aja sih". Saya jadi teringat akan salah seorang teman saya waktu belajar di Madrasah Aliyah yang menyatakan dalam agenda kenang – kenangan siswa bahwa hobynya adalah "Renungan Toilet" alias melakukan perenungan sambil buang hajat di wc. Sebagaimana masih terekam dalam ingatan saya akan sebuah "nasehat umum" yang sering kali disampaikan seseorang pada temannya manakala ia lupa dan tak sanggup mengingat suatu barang yang beberapa saat sebelumnya ia taruh,"Kalau mau ingat dimana barang itu, pergi saja ke toilet dan cobalah ingat – ingat kembali sambil buang air besar".

Ya, hal diatas mungkin terkesan lucu, tapi itulah kenyataannya. Banyak diantara kita yang senang berlama – lama berdiam di tempat kotor seperti itu dengan beragam tujuan. Ada para siswa atau mahasiswa dan pegawai kantoran yang hoby nyoret – nyoret tembok ketika sedang berada di wc, dan celakanya, yang tadinya tak hobypun menjadi ketularan karena sering membaca tulisan - tulisan tangan iseng yang tak jarang memang menggelitik hati tuk mebalas atau sekedar mengomentarinya. Ada pula orang yang menjadikannya tempat melampiaskan nafsu seksual dengan pacar atau selingkuhannya dengan alasan lebih aman, tanpa biaya atau nafsu yang sudah sampai di ubun – ubun. Dan bahkan dalam beberapa kasus ia dijadikan tempat aborsi dan bunuh diri karena sedang mengalami depresi mental atau stres berat seperti banyak di beritakan dalam berbagai media massa atau digambarkan dalam beberapa adegan film.

Dari sini saya menarik kesimpulan bahwa ternyata memang banyak diantara kita yang sering berdiam diri dan betah berlama – lama di ruang toilet, padahal jauh – jauh hari Maha guru kita, nabi Muhammad sudah mengingatkan bahwa termpat buang air besar maupun kecil merupakan tempat tinggalnya para setan karena mereka memang menyukai tempat – tempat kotor seperti itu. Jadi kalau diantara kita ada yang senang melakukan hal tersebut berarti mereka memang layak mendapat predikat "Para Pengunjung rumah setan " karena betah berlama – lama nyaman berada disitu.

Sedari itulah beliau menasehati dan memerintahkan kita tuk membaca doa sebelum memasuki toilet seperti :

"Allahumma inny a'udzu bika minal khubutsi wal khobaitsi", Ya Allah aku berlindung pada-Mu dari gangguan para setan laki-laki dan perempuan.

Begitu juga ketika keluar dari situ seperti doa:

"Ghufroonaka, Alhamdulillahi alladzi adzhaba 'anny al-adza wa 'aafaany", Ku memohon ampunan-Mu. Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kototan dari tubuhku dan memberiku keafiatan.

Bahkan lebih lanjut maha guru juga mengajarkan kita beberapa adab dan tata cara buang hajat seperti :

#Mendahulukan kaki kiri ketika melangkah masuk keWC. Beliau berkata:"Sesungguhnya orang yang mendahulukan kaki kanan sebelum kaki kiri ketika masuk ke toilet akan menerima cobaan berupa kefakiran dalam hidupnya.

#Tak usah membawa masuk toilet sesuatu yang terdapat tulisan nama Allah padanya sebagaimana yang dicontohkan mahaguru yang selalu mencopot cincinnya terlebih dahulu sebeum membuang hajat mengingat adanya kata Alah pada cincin beliau.

#Tidak menghadap atau membelakangi kiblat ketika buang air kecil atau besar. Sabda beliau:" Jika kalian membuang hajat maka janganlah menghadap kiblat ataupun membelakanginya.

#Jangan membuang hajat di jalan karena mahaguru menyatakan:" Waspadalah pada para penyebab caci maki para manusia. Para sahabat bertanya: siapa mereka ?Rasulullah menjawab:yaitu orang yang membuang hajatnya di jalan – jalan umum ataupun pada tempat – tempat berteduh.

# Menutupi tempat buang hajat dan jangan berbicara ketika itu. Mahaguru berkata: "Jangan sekali – kali ada dua orang yang membuka auratnya dan saling bicara ketika sedang buang hajat karena sesungguhnya Allah murka akan hal itu.

# Menuntaskan air seni yang masih tersisa pada kemaluan. Sebagaimana perintah beliau: " Bersihkanlah dirimu dari sisa – sisa air seni karena kebanyakan siksa kubur disebabkan oeh hal itu.

#Tak usah berlama – lama di toilet karena bisa menyebabkan gangguan pada ulu hati. Sebagaiman diriwayatkan dari Lukman Al-Hakim.

Selanjutnya, apa kita masih ingin menyandang predikat diatas dan rame – rame mengunjungi rumah setan? Tentu tidak,bukan?

ramadhan lagi, ramadhan lagi

Ramadhan lagi, ramadhan lagi!


Kurang lebih satu minggu kedepan kita semua, umat islam di seluruh dunia akan kedatangan tamu yang teramat istimewa dan tiada duanya. Ia kan datang dengan segudang hadiah dan selaksa janji nan indah disertai bejibun pahala tuk bekal di akhirah. Sungguh merupakan tamu yang penuh dengan berkah. Dialah bulan suci dan mulia. Bulan yang penuh dengan rahmat, maghfirah dan janji terbebas dari api neraka. Dan dibulan itulah Al Qur'an turun tuk pertama kalinya pada Maha guru kita ,Muhammad tercinta. Itulah bulan Ramadhan,pemimpin para bulan.

Menjelang ramadhan tiba orang – orangpun berbeda cara dalam menyambutnya. Ada yang merasa senang sekali serta bergembira ria dalam menyambutnya dan meluapkan kebahagiannya dengan berkumpul di alun – alun kota bersama sanak keluarga sambil menunggu pengumuman hari dimulainya puasa. Ada juga yang menyambutnya dengan perasaan biasa saja tanpa ada persiapan yang istimewa. Seakan tiada bedanya bulan ini dan lainnya kecuali kewajiban berpuasa didalamnya. Dan ada pula yang tak senang atau malah merasa benci dengan kedatangannya karena merasa kan mendapat siksaan menahan lapar dan haus setiap harinya. Ketika menyambutnyapun hanya kata – kata :"Ramadhan lagi, ramadhan lagi. Puasa lagi deh".

Itulah tiga tipe umat islam dalam menyambut kedatangan Bulan Puasa ini. Kelompok pertama menurut saya adalah golongan orang – orang yang memiliki keimanan tinggi karena bagi mereka berpuasa sehari penuh bukan hanya sekedar menjalankan perintah Allah yang terekam dalam kitab sucinya :

"Hai orang – orang yang beriman telah diwajibkan atasmu sekalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang – orang sebelum kamu agar kamu sekalian menjadi orang – orang yang bertakwa. (QS:Al Baqarah: 183) dan dikuatkan oleh perkataan nabi-Nya :

"Agama islam dibangun atas lima pondasi, yaitu: shadat, mendirikan sholat, menunaikan zakat, haji dan puasa ramadhan.(HR: Bukhori) melainkan lebih dari itu mereka merasa mendapatkan kemuliaan yang teramat besar karena bisa beribadah dalam bulan suci ini, betapa tidak, jika di dalamnya terdapat berbagai keutamaan yang takkan mungkin di dapatkan pada bulan lainnya seperti :

#Ampunan akan dosa – dosa masa lalu sebabagimana statemen sang mahaguru: "Barang siapa berpuasa ramadhan dan mendirikannya maka ia kan diampuni dosa –dosanya yangtelah lampau".

#Jaminan terbebas dari api neraka, seperti yang beliau pernah janjikan :"Ramadhan adalah bulan yang permulaannya penuh dengan rahmat, pertengahannya dipenuhi oleh ampunan dan penutupannya adalah pembebasan dari neraka".

#Besarnya pahala melakukan satu kesunatan. Mahaguru menjelaskan:barang siapa melakukan satu kebajikan (kesunatan) dalam bulan ramadhan maka baginya pahala yang setara dengan pahala satu kewajiban.

#Berlipat gandanya pahala satu kewajiban, sebagaimana yang pernah beliau sebutkan :"Barang siapa mengerjakan satu kewajiban maka baginya pahala yang sebanding dengan pahala orang yang mengerjakan tujuh puluh kewajiban".

#Janji syurga seperti yang tertulis dalah salah satu hadist:" Ramadhan adalah bulan kesabaran sedangkan pahala (bagi yang )sabar adalah surga"

#Bertambahnya rezeki. Mahaguru bersabda: Rezeki seorang mukmin akan ditambahkan dalam bulan ramadhan".

#Fadhilah memberi makanan tuk berbuka puasa, seperti kata beliau: "Barang siapa memberi buka orang yang berpuasa maka baginya pahala memerdekakan budak dan ampunan akan dosa – dosanya." Dan lain sebagainya.

Sedangkan kelompok kedua adalah mereka yang keimanannya sedang – sedang saja . Bagi mereka menunaikan puasa ramadhan tiap tahunnya hanya merupakan kewajiban yang mesti di lakukan agar tak melanggar perintah tuhan yang berujung pada penjerumusannya ke dalam neraka. Alih – alih mencelakakan diri di akherat lebih baik berpuasa agar bisa masuk surga.

Adapun yang ketiga adalah mereka yang imannya sangat rendah. Menurut mereka berpuasa sepanjang hari selama sebulan penuh merupakan sebuah paksaan dan bahkan mungkin suatu siksaan yang tak diketahui apa hikmah dibalik itu semua. Mereka sadar bahwa puasa adalah suatu perintah dari Yang Maha Kuasa dan merupakan syareat agama sebagaimana mereka tahu bahwa yang tak menunaikan puasa akan mendapat dosa besar tapi apalah daya. Jika tak ada iman kuat yang melandasinya menahan lapar dan hauspun begitu berat jadinya.

Setelah ini, termasuk golongan manakah kita? Inginnya sih masuk komunitas pertama tapi kalau toh belum mampu, yang keduapun tak mengapa asal jangan yang ketiga.

Semoga Allah memberi kita keimanan yang kuat dan teguh agar bisa menjalankan perintahnya dengan tanpa rasa terpaksa, amin.

Thursday, August 21, 2008

Dan Setanpun tertawa


Anda dan saya pasti pernah menguap,bahkan mungkin tiap hari kita mengalami hal itu, karena menguap memang suatu hal yang wajar sebagai tanda datangnya rasa kantuk dan tubuh kita memerlukan istirahat. Yang tak wajar adalah menguap dengan menghembuskan nafas hingga terdengar suara "huaaa……….". Apalagi jika hal itu dilakukan didepan banyak orang, tentu saja hal itu membuat mereka merasa risih melihat dan mendengarnya. Yang lebih tidak wajar lagi apabila sang penguap baru bangun dari tidur panjang dan belum sempat menyikat gigi ditambah tak menutup mulutnya ketika menguap layaknya seekor kudanil yang hendak menyantap makanannya atau kucing yang sedang menguap. Huh! bisa dibayangkan kan, betapa risih dan jijiknya kita melihat hal itu. Bagaiman tak risih jika di hari yang cerah kita disuguhi pemandangan seperti itu .Dan bagaimana kita tak merasa jijik jika yang menguap mengeluarkan nafas bercampur air liur yang berbau "super busuk" yang mungkin lebih busuk dari bau mulut orang yang habis memakan bawang mentah atau jengkol.

Mungkin memang banyak orang yang mengatakan bahwa menguap dengan gaya seperti di atas terasa lebih nikmat,puas dan plong. Tapi saya tak yakin akan hal itu, malahan hati kecil saya berbisik lirih: "Jangan – jangan yang berkata seperti itu adalah orang – orang yang memang terbiasa bergaya seperti itu ketika menguap.

Any way setiap orang memang berhak dan bebas mengungkapkan pendapatnya dan mengekpresikan jati dirinya, tapi kita harus ingat bahwa kebebasan kita terbatasi oleh kebebasan orang lain. Begitu juga hak kita terbatasi oleh hak oang lain, dalam arti, tak boleh kita melakukan sesuatu dengan dalih kebebasan yang kita miliki hingga melanggar kebebasan orang lain. Kita memang bebas tetapi jangan sampai orang lain tersakiti oleh kebebasan kita, sebagaimana kitapun tak ingin disakiti olehnya dengan alasan kebebasan yang ia miliki. Walhasil segala sesuatu itu tentu ada aturan mainnya, tanpa memandang apakah sesuatu itu bagian dari ajaran agama atau bukan.

Oke, sekarang balik ke topik kita tentang menguap. Saya akan memulainya dengan mengajukan satu pertanyaan tuk anda: "Percayakah anda jika ada yang mengatakan bahwa setan itu bisa tertawa dan menertawakan kita umat manusia yang notabene lebih mulia darinya"?.Saya pribadi percaya akan hal itu dan andapun saya rasa harus percaya juga, sebab yang menyatakan hal itu adalah Sang mahaguru Muhammad SAW. Ya, beliaulah yang berstatemen seperti diatas sebagaimana terekam dalam salah satu hadistnya :

Jika salah satu dari kalian menguap maka hendaklah ia menahan sekuatnya karena apabila ia mengeluarkan suara "haaaa…"(ketika menguap) maka setanpun kan memertawainya ketika itu.

Dalam hadist lainpun beliau bersabda:

Jika salah satu dari kalian menguap maka hendaklah ia menutupi mulutnya dengan tangan, jangan membiarkan mulutnya terbuka lebar karena setan akan menertawakannya (jika membiakannya terbuka).

Sampai disini mungkin ada yang bertanya:"Apa iya setan benar – benar tertawa?. Hati saya meyakini hal itu karena saya yakin bahwa mahaguru tak pernah berbohong. Dan apa yang keluar dari mulutnya merupakan wahyu dari Allah SWT. sebagaimana firman-Nya:

Tidaklah sekali – kali ia (Muhammad) berkata menuruti hawa nafsunya. Yang dikatakannya tak lain merupakan wahyu yang diwahyukan (padanya.)(QS:An Najm :3-4).

Dari hadist diatas dapat kita simpulkan bahwa agama islam mengajarkan kepada umatnya tata cara menguap yang baik dan benar serta sesuai dengan nilai - nilai kemasyarakatan yang luhur, yaitu ;

1.Apabila kita hendak menguap maka sebaiknya kita menahannya sekuat mungkin, jangan sampai ada suara "Haaa…"yang keluar dari mulut kita.

2.Kalau toh tak mampu menahannya hendaknya kita tutup mulut kita dengan telapak tangan.

Itu semua kita lakukan agar terhindar dari ejekan dan tawa para setan serta sekaligus mendapatkan pahala jika kita berniat mengamalkan ajaran agama dan mengikuti apa yang mahaguru Muhammad ucapkan dan terapkan.

Sekedar menyampaikan memang lebih mudah daripada mengamalkan, bukan?.

Friday, May 30, 2008

Kiat sukses jitu dari Sang Mahaguru

Kiat sukses jitu dari Sang Mahaguru


Seorang arab badui yang sangat dangkal pengetahuannya tentang agama islam suatu ketika mendatangi Sang Mahaguru, Muhammad SAW. dengan maksud ingin mengutarakan segala keinginan dan cita - citanya serta menanyakan bagaimana cara menggapainya. Setelah mendapat perkenan iapun segera menyatakan keinginananya pada sang mahaguru sebagai berikut :

Badui : Aku ingin menjadi orang paling pintar.
Mahaguru: Bertakwalah pada Allah niscaya kau kan menjadi orang paling pintar.
Badui: Akupun ingin jadi orang terkaya.
Mahaguru: Merasa cukuplah dengan segala pemberian tuhanmu,pasti kau kan jadi orang terkaya.
Badui: Aku senang jika aku menjadi manusia paling adil.
Mahaguru: Cintai manusia sebagaimana engkau mencintai dirimu kaupun kan menjadi manusia paling adil.
Badui: Akupun senang jika ku jadi insan terbaik
Mahaguru: Jadilah orang yang bermanfaat, engkaupun kan jadi insan terbaik.
Badui: Aku juga senang jika ku menjadi orang paling istimewa disisi Allah.
Mahaguru: Perbanyaklah dzikirmu, kaupun kan menjadi orang paling istimewa disisi-Nya.
Badui: Aku ingin imanku sempurna.
Mahaguru: Perbaiki akhlakmu, niscaya kan sempurna imanmu.
Badui: Aku juga ingin termasuk kedalam golongannya orang – orang yang mencapai derajat ihsan.
Mahaguru: Sembahlah Allah seakan – akan kau melihatnya, jika kau tak melihatnya yakinlah bahwa ia melihatmu, pasti kau kan mencapai derajat ihsan.
Badui: Akupun berkeinginan masuk kedalam deretan orang – orang yang taat.
Mahaguru: Tunaikan segala kewajibannya, kaupun termasuk orang – orang yang taat.
Badui: Aku ingin bertemu Allah dalam keadaan bersih dari segala dosa.
Mahaguru: Mandi dan bersucilah dari hadast besar, engkaupun kan bertemu dengan-Nya dalam keadaan bersih dari segala dosa.
Badui: Aku juga ingin dibangkitkan pada hari kiamat nanti dalam sebuah cahaya.
Mahaguru: Jangan sekali –kali kau mendzalimi seseorang, pasti kau kan dibangkitkan dalam sebuah cahaya.
Badui: Akupun ingin dikasihi Tuhanku pada hari kiamat esok.
Mahaguru: Kasihi dirimu dan hamba tuhanmu, kaupun kan dikasihi oleh-Nya pada hari kiamat.
Badui: Ku ingin dosaku menjadi sedikit.
Mahaguru: Banyak istighfarlah, niscaya dosamu jadi sedikit.
Badui: Aku ingin menjadi manusia paling mulia.
Mahaguru: Jangan pernah mengadukan urusanmu pada makhluk, kau kan jadi manusia termulia.
Badui: Akupun ingin menjadi orang paling kuat.
Mahaguru: Bertawakkallah pada Allah, pasti kau jadi orang paling kuat.
Badui: Aku juga ingin Allah memperluas rizkiku .
Mahaguru: Selalu dalam keadaan suci dari hadast kecil dan besarlah,Allahpun kan meluaskan rizkimu.
Badui: Aku berkeinginan tuk menjadi salah seorang yang dicintai Allah dan Rasulnya.
Mahaguru: Cintailah segala hal yang dicintai Allah dan Rasul-Nya, engkaupun kan jadi salah seorang yang dicintainya.
Badui: Aku juga berkeinginan tuk selamat dari murka Allah pada hari kiamat.
Mahaguru: Jangan marah pada seorangpun,pasti kau kan selamat dari murka-Nya pada hari kiamat.
Badui: Akupun berkeinginan doaku dikabulkan
Mahaguru: Jauhi makanan yang haram ,doamupun kan dikabulkan.
Badui: Aku ingin Allah menutupi beburukanku saat kiamat nanti.
Mahaguru: Tutupi keburukan saudaramu, Allahpun kan menutupi keburukanmu saat kiamat nanti.
Badui: Apa yang bisa menyelamatkanku dari dosa.
Mahaguru: Air mata, rendah hati dan penyakit.
Badui: Amal baik apa yang paling besar disisi Allah?.
Mahaguru: Akhlak mulia, tawadhu’dan sabar atas cobaan.
Badui: Amal buruk apa yang paling hina disisi Allah?.
Mahaguru: Akhlak yang buruk dan pelit.
Badui: Apa yang menenangkan amarah Tuhan didunia dan akhirat?.
Mahaguru: Shadaqah secara sembunyi dan menyambung persaudaran.
Badui: Apa yang bisa mematikan api neraka jahannam pada hari kiamat?
Mahaguru: Bersabar didunia atas segala cobaan dan musibah.

Demikianlah dialog yang cukup panjang antara Mahaguru,Muhammad SAW dan Si Badui. Dan yang perlu saya tegaskan disini adalah bahwa meskipun dialog tersebut terjadi antara mahaguru dan seorang badui tetapi hal itu tak menjadikan kita umatnya dilarang mengamalkan apa yang sisarankan beliau dengan alasan bahwa saran itu ditujukan khusus tuk si badui tadi karena setiap perkataan yang keluar dari lisan Rasulullah merupakan petunjuk dan wahyu yang diturunkan atasnya tuk di dampaikan pada kita umatnya tanpa melihat latar belakang histori apa yang melandasi munculnya perkataan tersebut. Wallahu a’lam.